Sebagai seorang HR atau manajemen perusahaan, penting untuk mempelajari dan mengetahui tren dunia kerja. Tidak hanya bagi praktisi HR, tren dunia kerja juga perlu dipahami setiap karyawan agar siap mengarungi dunia kerja. Lalu apa prediksi tren dunia kerja di tahun depan? Di bawah ini adalah beberapa prediksi kecenderungan minat tenaga kerja serta perkembangan teknologi yang bisa mulai diadopsi perusahaan.

Remote work

Sejak pandemi COVID-19 melanda, banyak perusahaan yang akhirnya memberlakukan sistem remote work. Sistem kerja ini diprediksi akan tetap berlanjut dan menjadi salah satu tren utama di tahun 2023.

Meski seluruh dunia mulai menata kembali kehidupan normal seperti sebelum pandemi, model kerja remote akan tetap dilanjutkan oleh beberapa perusahaan. Terlepas dari kekurangannya, remote work memang terbukti mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya perusahaan.

Satu keunggulan sistem kerja ini adalah memudahkan karyawan untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesionalnya. Selain itu, tren ini juga memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk meraih karir impiannya tanpa batasan negara atau daerah.

Penekanan pada work-life balance

Menurut Finances Online, 69% karyawan masih rentan mengalami burnout meski menjalani sistem kerja remote. Hal ini membuat banyak karyawan akhirnya mengincar perusahaan yang peduli pada work-life balance karyawannya. Salah satu ciri perusahaan yang menerapkan work-life balance adalah tidak memiliki kultur menghubungi karyawan untuk bicara soal pekerjaan di luar jam kerja atau ketika hari libur.

Kesetaraan gender

Tren dunia kerja tidak terlepas dari penanaman nilai kesetaraan gender di tempat kerja. Saat ini, kita sering melihat kampanye kesetaraan gender yang terus digaungkan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Publik semakin awas terhadap kasus-kasus seperti pelecehan atau diskriminasi di tempat kerja dan isu ketidaksetaraan gender pada umumnya. Itulah alasan kenapa banyak perusahaan yang mulai menanamkan kultur serta kebijakan yang semakin ketat mengenai perilaku karyawannya.

Selain diskriminasi dan pelecehan, kesetaraan gender di dunia kerja juga tercermin pada semakin terbukanya kesempatan dan peluang bagi kaum perempuan untuk menduduki posisi strategis di perusahaan.

Gen Z di dunia kerja

Dengan segala keunikan dan ciri khas mereka, Gen Z memiliki cara sendiri dalam menghadapi tekanan serta membagikan pengalaman kerja mereka. Generasi ini dinilai sebagai generasi yang lebih peka terhadap lingkungan sosial dan menguasai dunia digital. Bahkan, sering kali mereka disebut sebagai digital native. Oleh karena itu, perusahaan juga perlu menyadari hal ini dan memikirkan strategi untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki.

Automasi dan AI

Di tahun depan, penerapan penerapan automasi dan artificial intelligence pada beberapa sektor atau divisi pekerjaan juga diprediksi menjadi tren. Kamu mungkin mengira bahwa automasi dan AI hanya terdapat pada industri manufaktur atau perusahaan teknologi.

Padahal, aktivitas digital marketing juga memerlukan kecanggihan AI untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Misalnya, ketika pembuatan chatbot serta pengolahan data untuk memprediksi perilaku konsumen. Perusahaan perlu pertimbangkan untuk mulai mengadopsi automasi, AI, dan machine learning agar dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Tanggung jawab sosial

Tidak hanya untuk membangun citra, corporate social responsibility atau CSR juga menjadi faktor utama dalam membangun employee engagement dan meningkatkan daya saing bisnis. Menurut Snap Comms, akan ada kenaikan employee engagement sebesar 20% pada perusahaan yang berbuat sesuatu untuk mengatasi isu sosial.

Beberapa orang mulai mempertimbangkan tempat kerja yang tidak hanya menghadirkan prospek karir bagus, namun juga dapat menambah value dan makna hidup mereka. Salah satu cara untuk mendapatkan value dan makna tersebut adalah dengan bergabung pada perusahaan yang memiliki komitmen untuk memberi kontribusi pada sesama dan lingkungan.

Fokus pada well-being karyawan

Di tahun depan, diprediksi akan mulai bermunculan program-program wellness untuk karyawan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran pada kesehatan fisik dan mental di tempat kerja, kini banyak perusahaan yang akhirnya berinovasi untuk mengimplementasikan program ini.

Ada beberapa contoh employee wellness program misalnya dengan menyediakan camilan sehat di kantor,  kemudahan akses konsultasi dengan profesional, program olahraga untuk karyawan, dan sebagainya.

Meski membutuhkan anggaran tambahan, program ini juga bisa menjadi investasi bagi perusahaan yang perlu dipertimbangkan demi pencapaian bisnis sekaligus meningkatkan kinerja karyawan. Di mana, kinerja karyawan juga sangat ditentukan oleh kesehatan fisik dan mentalnya di tempat kerja.

Upskilling karyawan

Ketersediaan program upskill juga menjadi faktor pertimbangan seseorang melamar kerja. Inilah mengapa upskilling juga menjadi salah satu prediksi tren dunia kerja di 2023. Bukan hanya asal prediksi, namun pandemi menjadi salah satu pelajaran berharga bagi semua orang agar terus mempersiapkan diri untuk menghadapi ketidakpastian. Situasi tidak stabil dan ancaman resesi inilah yang membuat karyawan mulai khawatir akan masa depannya.

Kemudian kondisi ini akhirnya menyadarkan mereka betapa pentingnya meningkatkan skill agar selalu siap bersaing apabila sewaktu-waktu harus mengubah career path. Oleh karena itu, perusahaan dapat menarik perhatian talenta baru dengan cara menawarkan kesempatan upskilling dan career advancement.

Benefit Earned Wage Access

Pandemi tidak hanya menyadarkan karyawan akan pentingnya skill, namun juga mengubah kondisi keuangan banyak karyawan. Di awal pandemi terjadi banyak karyawan yang mengalami pengurangan gaji namun kebutuhan pandemi kian meningkat. Mulai dari pembelian masker, vitamin, hand sanitizer, dan sebagainya. Belum lagi ketika karyawan tiba-tiba sakit dan perlu mengeluarkan dana terlebih dahulu sebelum dilakukan reimbursement perusahaan.

Latar belakang inilah yang membuat benefit Earned Wage Access atau gaji instan mulai dilirik oleh beberapa perusahaan. Dengan pemberian benefit ini, perusahaan bisa memberikan solusi keuangan bagi karyawan yang membutuhkan dana darurat tanpa perlu berutang. Namun, untuk memberikan benefit satu ini tentu perusahaan butuh anggaran tambahan untuk mencairkan gaji karyawan di tengah bulan, dan jika tidak dikelola dengan baik akan memengaruhi arus kas perusahaan.

Oleh karena itu, KINI.id hadir untuk memberikan solusi bagi perusahaan maupun karyawan dalam pemberian dan penerimaan benefit gaji instan. Dengan KINI.id, perusahaan tidak perlu khawatir mengenai masalah anggaran keuangan, karena seluruh gaji instan yang ditarik oleh karyawan sebelum tanggal gajian akan dikelola langsung oleh KINI.id.

Kemudian, di tanggal yang ditentukan KINI.id akan memberikan tagihan ke perusahaan sesuai jumlah gaji yang diambil karyawan. Sehingga, perusahaan bisa langsung memotong gaji karyawan sesuai gaji yang mereka ambil di tengah bulan tanpa perlu mengeluarkan anggaran tambahan. Jadi tunggu apalagi? Mulai daftarkan seluruh karyawan ke dalam aplikasi KINI.id sekarang!