Saat ini banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan mental. Ada banyak influencer dan ahli yang mulai mensosialisasikan akan pentingnya masalah kesehatan mental. Salah satunya adalah masalah mental karyawan yang sering terjadi karena banyaknya tekanan dalam pekerjaan yang tidak sehat. Jika dibiarkan secara terus menerus, masalah mental karyawan ini tidak hanya memengaruhi karyawan itu sendiri. Namun juga akan berdampak buruk bagi perusahaan.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengetahui penyebab dan masalah kesehatan mental karyawan untuk mempermudah dalam memberikan solusi yang tepat bagi karyawan itu sendiri.

Penyebab Gangguan Mental Karyawan

Penyebab gangguan mental karyawan tidak selalu dari lingkungan kerjanya, namun lingkungan kerja yang toxic sering menjadi salah satu faktor terbesar terjadinya gangguan kesehatan mental. Berikut hal-hal yang biasanya menjadi penyebab gangguan kesehatan mental karyawan.

1. Hubungan yang Kurang Baik dengan Atasan

Memiliki hubungan yang kurang baik dengan atasan sering menjadi penyebab dari gangguan kesehatan mental karyawan. Kondisi ini mungkin terjadi ketika atasan menekan karyawan dengan target yang kurang realistis dan dalam waktu singkat, atau atasan memberikan tugas di luar job-desk karyawan, dan masih banyak lagi.

2. Konflik dengan Rekan Kerja

Selain masalah atasan, masalah dengan rekan kerja juga sering menjadi pemicu masalah kesehatan mental karyawan. Di mana selama bekerja, karyawan mungkin berhubungan dengan karyawan lain yang sulit untuk diajak bekerja sama dan menghambat pekerjaan. Jika dibiarkan secara terus menerus, maka konflik ini bisa menyebabkan masalah mental yang besar.

3. Beban Kerja yang Berlebihan

Perusahaan terkadang tidak hanya memberikan beban kerja di luar kapasitas manusia, tapi juga jam kerja yang terlalu panjang, dengan tekanan terus-menerus. Kondisi inilah yang sering membuat seseorang stres, dan bahkan bukan tidak mungkin juga memengaruhi kesehatan tubuh karyawan.

4. Kurangnya Waktu untuk Kehidupan Pribadi

Beban kerja yang berlebihan juga sering membuat karyawan tidak bisa mengatur waktunya dan  memisahkan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal inilah yang akan membuat mental karyawan terganggu. Belum lagi jika karyawan sudah berumah tangga dan memiliki anak, tentu ia pun akan dituntut untuk menghabiskan waktu juga bersama keluarganya.

5. Masalah Finansial yang Terjadi Secara Darurat

Masalah keuangan juga sering menjadi penyebab kesehatan mental karyawan. Misalnya saja, ketika karyawan terlilit utang atau tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Belum lagi tuntutan keuangan dari keluarga, misalnya untuk kebutuhan pendidikan, cicilan rumah, cicilan kendaraan, dan masih banyak lagi.

Untuk mengatasi masalah finansial ini, perusahaan bisa membantu karyawan dengan memberikan solusi berupa benefit pembayaran gaji instan lewat aplikasi KINI.id. Dengan aplikasi KINI.id, perusahaan bisa dengan mudah memberikan benefit pembayaran gaji instan dan mempermudah karyawan dalam mengatasi masalah keuangannya tanpa perlu membuat masalah keuangan lainnya di kemudian hari. 

Masalah Mental yang Sering Dialami Karyawan

Ada beberapa masalah mental yang sering dialami karyawan. Pastikan karyawan tidak mengalaminya dan segera berikan solusi jika sudah ada tanda-tandanya.

1. Burnout

Burnout syndrome menjadi salah satu masalah mental yang sering dihadapi banyak karyawan. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan fisik dan emosional, akibat ekspektasi dan kenyataan karyawan di posisinya tidak berjalan sesuai yang dibayangkan. Jika dibiarkan secara terus menerus, maka karyawan akan kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk terus melakukannya. Sehingga, produktivitas kerja pun akhirnya menurun.

Baca Juga: Cara Mencegah & Menghadapi Burnout Syndrome yang Bisa Dilakukan Sendiri

2. Depresi

Selain burnout, karyawan juga sering mengalami gejala depresi yang berawal dengan rasa sedih atau tidak peduli yang dirasakan lebih dari 2 minggu. Ciri-ciri orang depresi dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu psikologi dan fisik. Di bawah ini adalah beberapa ciri depresi yang perlu kamu waspadai:

  • Selalu dibebani rasa bersalah dan sering menyalahkan diri sendiri
  • Merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga
  • Merasa cemas dan khawatir yang berlebih
  • Suasana hati buruk atau sedih berkelanjutan
  • Mudah marah atau sensitif, serta mudah menangis
  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan
  • Menjadi apatis terhadap lingkungan sekitar
  • Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal
  • Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri

Namun, tidak semua penderita depresi merasakan gejala yang sama, tergantung pada keparahan depresi yang dialami. Depresi ringan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial. Sedangkan, dalam kondisi yang berat, penderita benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan membina hubungan dengan orang lain.

3. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder merupakan kejadian traumatis masa lalu dan stres jangka panjang yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan kronis. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu.

Ketika mengalami terjadi gangguan panik, biasanya seseorang akan mengalami beberapa gejala seperti berkeringat, berdebar-debar, dada sesak, nyeri dada, merasa seperti mengalami serangan jantung, ketakutan, gemetar, otot tegang, sakit kepala, mudah marah, susah tidur, mudah lelah, sesak napas, sering buang air kecil, hingga tidak nafsu makan.

Selain itu, anxiety disorder juga sering menyebabkan penderitanya merasakan perasaan seperti tidak berdaya, merasa takut untuk berinteraksi dan menyapa orang lain, terutama orang yang tidak dikenal, tingkat kepercayaan diri yang rendah, menghindari bertatapan mata dengan orang lain, takut dikritik atau dihakimi orang lain, hingga merasa malu atau takut bepergian ke luar rumah atau berada di tempat umum.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, gangguan kecemasan ini akan berdampak buruk dan mengurangi kualitas hidup penderitanya. Yang tentunya juga akan memengaruhi kinerja mereka di perusahaan.

4. Bipolar

Bipolar merupakan gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, serta kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami gangguan ini, maka mereka akan tiba-tiba gembira dan menjadi sangat sedih atau seperti putus asa dalam waktu singkat. 

Pengidap gangguan bipolar fase mania bisa menunjukkan gejala, seperti:

  • Merasa sangat bersemangat, senang, atau mudah tersinggung atau sensitif.
  • Merasa gelisah.
  • Memiliki penurunan kebutuhan untuk tidur.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Berbicara dengan sangat cepat tentang banyak hal berbeda.
  • Merasa seperti pikirannya berpacu.
  • Berpikir bisa melakukan banyak hal sekaligus.
  • Melakukan hal-hal berisiko yang menunjukkan penilaian yang buruk, seperti makan dan minum berlebihan, menghabiskan atau memberikan banyak uang.
  • Merasa mereka sangat penting, berbakat, atau kuat.

5. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Ketika berada di tempat kerja, biasanya karyawan yang mengalami gangguan ini akan sulit mengorganisasi pekerjaannya. Mereka juga akan selalu gagal menyelesaikan pekerjaan dalam tenggat waktu yang sudah ditentukan hingga kesulitan mengelola beban kerja.

Bahkan, sebagian besar dari mereka akan mengalami kesulitan dalam komunikasi karena biasanya mereka akan susah paham dengan instruksi dari atasan dan mudah berselisih dengan rekan kerja.

Berikut ini adalah tanda dan gejala orang dewasa yang mengidap gangguan ADHD:

  • Sulit hidup teratur
  • Menyetir ugal-ugalan
  • Perhatian mudah teralihkan
  • Kemampuan mendengar yang kurang
  • Tidak bisa diam
  • Sulit memulai pekerjaan
  • Kurang mampu mengontrol emosi
  • Sering terlambat
  • Tidak mampu membuat skala prioritas
  • Impulsive
  • Hiperfokus

Itulah beberapa masalah mental karyawan dan penyebab terjadinya masalah tersebut. Dengan mengetahui penyebab dan masalah mental yang dihadapi karyawan, maka perusahaan bisa dengan mudah memberikan solusi bagi karyawan dan membantu karyawan dalam menghadapi masalahnya.