Bagi kebanyakan orang, pekerjaan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pekerjaan menjadi aktivitas di mana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya, mendapatkan penghasilan, dan menemukan teman. Banyaknya waktu yang dihabiskan seorang karyawan untuk pekerjaan, maka penting juga bagi perusahaan untuk menjaga kesehatan mental karyawan di tempat kerja.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan perusahaan dengan menjaga kesehatan mental karyawan. Menurut penelitian, 86% karyawan yang mendapatkan perawatan untuk depresi mengalami peningkatan kinerja. Tidak hanya itu, dukungan tersebut juga dapat mengurangi tingkat ketidakhadiran hingga 60%.

Bukan hanya itu, menurut The Great X Report dari Michael Page Indonesia, sebanyak 68% karyawan di Indonesia bersedia mengorbankan gaji, bonus, atau promosi untuk mendapatkan kesehatan mental dan kebahagiaan. Hal inilah yang menunjukkan seberapa penting dan prioritasnya kesehatan mental bagi karyawan

Oleh karena itu, untuk mendukung produktivitas karyawan sekaligus mempertahankan karyawan, pastikan perusahaan mulai memikirkan strategi untuk menjaga kesehatan mental karyawan. Selain itu, World Health Organization (WHO) juga menyatakan bahwa perusahaan memiliki tanggungjawab untuk mendukung kesehatan mental masing-masing karyawannya dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan jauh dari faktor-faktor eksternal penyebab terganggunya kesehatan mental.

Untuk itu, di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk menjaga kesehatan mental karyawan.‍

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan mental karyawan, perusahaan bisa coba memberikan edukasi dan kesadaran kepada karyawan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja. Cobalah undang seorang ahli yang dapat memberikan informasi tepercaya untuk membantu karyawan mengenal lebih dalam tentang kesehatan mental, dan informasi bagi karyawan yang membutuhkan bantuan. Dengan adanya program ini, maka karyawan akan lebih nyaman untuk menghubungi manajer atau HR jika menemui kesulitan yang berimbas pada kesehatan mental dalam lingkup lingkungan kerja.

Kompensasi yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Dukungan terhadap kesehatan mental karyawan juga bisa ditunjukkan perusahaan dengan memastikan tunjangan dan kompensasi yang diberikan perusahaan juga mendukung kesejahteraan mental karyawan, bukan hanya kesehatan fisik saja. Perusahaan bisa mempertimbangkan untuk memberikan fasilitas seperti:

a. Bantuan Perencanaan Keuangan: Di mana, terkadang masalah dan tekanan keuangan bisa menyebabkan stres bagi karyawan. Sehingga, dengan adanya program ini, perusahaan bisa membantu karyawan untuk mengatur keuangannya untuk memenuhi kebutuhannya.

Selain memberikan bantuan perencanaan keuangan, perusahaan juga bisa memberikan benefit akses pembayaran gaji karyawan. Sehingga, karyawan tidak perlu stres dan khawatir ketika mengalami masalah keuangan di kondisi daruratnya. Untuk memberikan benefit ini, perusahaan bisa mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam aplikasi KINI.id. Sehingga, nantinya perusahaan tidak perlu lagi mengubah anggaran perusahaan atau tanpa perlu merusak arus kas perusahaan.

b. Program Diskon Karyawan: Memberikan promo khusus karyawan untuk layanan yang mendukung kegiatan refreshing di luar pekerjaan, seperti keanggotaan gratis tempat gym, diskon refleksi atau akupuntur.

c. Asuransi yang memberikan manfaat pemeriksaan psikolog: Tidak hanya memberikan asuransi atau benefit kesehatan untuk masalah kesehatan fisik saja. Perusahaan juga bisa mempertimbangkan untuk memberikan benefit untuk pemeriksaan psikolog atau psikiater.

Tawarkan Waktu Kerja Fleksibel

Sebagai bentuk dukungan perusahaan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan atau sering disebut work-life balance, perusahaan juga bisa memberikan kebijakan jam kerja fleksibel, remote working, dan paid time off (PTO).

Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi memang terkadang sulit untuk diterapkan, apalagi bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab besar dalam perusahaan.  Namun kontribusi perusahaan dalam menetapkan jadwal yang fleksibel dapat meringankan beban kerja yang dirasakan karyawan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan mental.

Mengelola Stres di Tempat Kerja

Stres di tempat kerja juga dapat berkontribusi pada peningkatan kelelahan, emosi tidak stabil, dan masalah kesehatan karyawan. Selain itu, stres di tempat kerja juga memengaruhi produktivitas karyawan yang secara tidak langsung.

Meskipun tidak mungkin menghilangkan stres dalam pekerjaan, perusahaan tetap bisa membantu karyawan  mengelola tekanan kerja secara efektif. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang mungkin bisa diambil perusahaan untuk membantu karyawan dalam mengelola stres.

  • Memastikan beban kerja sesuai kompetensi karyawan.
  • Meminta manajer untuk bertemu secara rutin dengan karyawan untuk memfasilitasi komunikasi dua arah.
  • Tidak memberikan toleransi pada diskriminasi, bullying, tindakan negatif dan ilegal.
  • Memberikan apresiasi terhadap keberhasilan karyawan.

Mengadakan Aktivitas yang Mendukung Kesehatan Mental

Perusahaan juga perlu memahami dinamika kehidupan karyawan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Kolaborasi antara perusahaan dan HR sangat penting untuk mengurangi stigma dan mengedukasi karyawan tentang pentingnya kesehatan mental, yaitu dengan mengadakan pelatihan dukungan kesehatan mental.

Pelatihan ini bisa dilakukan secara internal dengan menghadirkan konsultan psikolog profesional untuk menjelaskan bantuan yang bisa dilakukan HR jika karyawan mengalami stres di lingkungan kerja. Selain itu, HR juga bisa mendaftarkan karyawan dalam program konseling online yang membantu karyawan mendapatkan pengobatan dan  bantuan kesehatan mental sebelum kondisinya memburuk.

Dengan menjalankan beberapa tips di atas, maka perusahaan sudah sangat membantu menjaga kesehatan mental karyawan. Pastikan tips di atas diterapkan untuk mengetahui kondisi mental karyawan. Karena mental karyawan akan memengaruhi kinerja perusahaan.

Sehingga jika perusahaan bisa menciptakan budaya kerja yang positif dan suportif terhadap kebahagiaan karyawan, motivasi kerja juga akan meningkat dengan sendirinya. Sehingga karyawan akan lebih produktif dalam bekerja yang nantinya akan berdampak pada perkembangan dan kemajuan bisnis.