Pernah dengar istilah generasi sandwich atau sandwich generation? Baru-baru ini istilah sandwich generation sering digembar-gemborkan oleh financial planner. Tapi tahukah kamu apa itu sandwich generation? Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Doroty A. Miller, Profesor dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat pada tahun 198. Ia mendefinisikan sandwich generation adalah kelompok individu yang bertanggung jawab atas kehidupan orang tua dan anak-anak mereka. 

Posisi mereka berada di tengah-tengah, dihimpit orang tua yang sudah tidak lagi memiliki penghasilan untuk membiayai hidup bulanan dan anak-anak yang harus dibesarkan dengan layak. Kondisi ini sama dengan sandwich yang sering menimbulkan stres pada generasi milenial yang kemudian berpengaruh pada kehidupan keluarga maupun sosialnya.

Tipe Generasi Sandwich Berdasarkan Usia

Berdasarkan kategori usia, generasi sandwich dibagi menjadi 3 (tiga) tipe generasi sandwich yaitu:

1. Generasi sandwich tradisional

Tipe ini sering ditemukan pada kelompok usia 40-50 tahun. Di mana, mereka masih menanggung kebutuhan anak-anak yang sebetulnya sudah masuk usia produktif namun belum mandiri secara finansial. Di sisi lain, mereka juga masih bertanggung jawab atas orang tua lanjut usia yang tidak lagi produktif bekerja.

2. Generasi club sandwich

Generasi ini sering ditemukan pada kelompok usia 50-60 tahun. Mereka masih menanggung hidup orang tua sekaligus anak yang telah dewasa hingga cucu mereka. Generasi sandwich tipe ini juga bisa ditemukan di kelompok usia 30-40 tahun dengan ‘beban’ yang ditanggung berlipat-lipat seperti anak yang masih kecil, orang tua dan kakek nenek pun bergantung pada mereka.

3. Generasi open-faced sandwich

Tipe ini sering ditemukan pada kelompok usia 20-30 tahun. Mereka tidak hanya berfokus pada karir dan pekerjaannya, namun juga harus membantu keuangan keluarga, seperti membiayai orang tua atau kakak-adiknya.

Tips Mengelola Keuangan untuk Generasi Sandwich

Nah setelah mengetahui ketiga tipe di atas, apakah kamu termasuk generasi sandwich? Masuk ke kategori manakah kamu? 

Ketika kamu berada dalam kondisi tersebut, biasanya kamu akan mendapatkan tekanan. Apalagi jika kamu menjadi pegangan dan sandaran hidup bagi banyak orang. Tidak hanya sebagai tulang punggung, namun ketika kamu runtuh, maka hidup orang yang kamu tanggung pun bisa berantakan.

Umumnya, generasi sandwich tidak lagi memikirkan diri sendiri, namun akan sibuk memikirkan cara apa lagi yang bisa dilakukan demi memenuhi kebutuhan semua orang. Dengan beban finansial yang berat, semakin sulitlah mereka keluar dari kondisi tersebut. Nah, di bawah ini adalah beberapa tips mengelola keuangan yang bisa kamu terapkan agar bisa keluar dari kondisi tersebut. 

1. Pastikan arus kas positif

Seorang generasi sandwich perlu memastikan bahwa arus kas keuangan mereka dalam kondisi positif. Setidaknya, penghasilan harus 2 kali lipat pengeluaran rutin. Hal ini dibutuhkan ketika kamu menanggung 2 (dua) keluarga atau lebih.

Cobalah mulai dengan mencatat pengeluaran rutin kamu setiap bulannya. Berangkat dari situ, kamu akan menemukan kondisi keuanganmu saat ini. Jika pengeluaran lebih besar, cobalah cari penghasilan tambahan atau cobalah menekan pengeluaran seminimal mungkin. Misalnya, tinggal satu atap dengan orang tua atau menunda utang konsumtif.

2. Disiplin membuat prioritas keuangan

Sebagai generasi sandwich kamu juga perlu disiplin dan memahami dengan baik mana prioritas keuangan keluargamu saat ini. Tentukan anggaran masing-masing pos pengeluaran sesuai porsi masing-masing. Kemudian, tetapkan batasan jumlah maksimum di tiap pos, termasuk biaya hidup orang tua. 

Selain itu, cobalah hindari mengisi pengeluaran yang bersifat tersier maupun konsumtif, seperti rekreasi, liburan, membeli barang mahal, dan sebagainya. Cobalah gunakan prinsip “biayai pengeluaran yang benar-benar penting dan butuh” seperti perawatan rumah, pendidikan anak, serta belanja bulanan.

3. Bangun kesadaran finansial

Melek dan sadar mengenai masalah keuangan sebagai sandwich generation adalah salah satu langkah untuk mengelola keuangan dengan bijak. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk ‘melek’ finansial seperti: 

  • Menyiapkan dana darurat, minimal 12 kali pengeluaran bulanan saat ini (untuk dua keluarga).
  • Miliki proteksi diri dalam bentuk asuransi jiwa dan kesehatan. Apalagi jika melihat statusmu sebagai pencari nafkah utama.
  • Bekali anggota keluarga dengan BPJS Kesehatan sebagai langkah proteksi kesehatan jangka panjang.
  • Berinvestasi secara bijak dan cermat untuk penuhi kebutuhan masa depan, seperti dana pensiun dan pendidikan anak.

4. Hindari Utang

Sebagai sandwich generation, ada baiknya kamu untuk menghindari utang. Dengan adanya utang maka beban keuanganmu akan bertambah dan bisa mengakibatkan “gali lubang, tutup lubang”.

Jika kamu membutuhkan dana darurat dan tidak ingin mengacak-acak arus kas, maka kamu bisa memanfaatkan aplikasi KINI.id dibanding berutang. Dengan aplikasi KINI.id, kamu bisa dengan mudah mencairkan gaji sesuai dengan jumlah dana yang kamu butuhkan. Selain itu, kamu juga tidak perlu mengeluarkan bunga atau denda ketika jatuh tempo. Karena dana yang telah kamu ambil akan secara otomatis dipotong saat tanggal gajian.

Itulah beberapa hal mengenai generasi sandwich yang perlu kamu pahami. Jika kamu termasuk sandwich generation, maka cara memutus mata rantai sandwich generation adalah dengan mulai mengelola dan merencanakan keuangan dengan bijak.