Saat ini modus penipuan yang terjadi semakin banyak dan beragam, terutama kasus penipuan online. Agar tidak terkena penipuan tentu kamu harus mengetahui tanda-tanda penipuan online yang harus diwaspadai. Dengan begitu, kamu bisa selalu berhati-hati, apalagi jika berkaitan dengan penipuan uang.

Jangan sampai uang yang sudah susah kamu tabung justru lenyap begitu saja karena penipuan yang terjadi. Lalu, apa saja sebenarnya tanda-tanda penipuan online yang perlu diwaspadai? Berikut tanda-tandanya.

Link phising

Kamu perlu waspada ketika mendapatkan kiriman link phising, baik melalui email, SMS, maupun pesan WhatsApp. Link ini biasanya diberikan penipu sambil berpura-pura menjadi teman, keluarga, bahkan atasan di tempat kerja. Mereka akan memintamu log in atau memasukkan informasi pada link tersebut. Setelah itu, penipu akan memanfaatkan informasi tersebut untuk memalsukan identitas dan menyalahgunakannya.

Sementara itu, informasi yang dimasukkan bisa saja informasi terkait kartu kredit atau nomor rekening yang nantinya akan merugikanmu secara finansial. Jadi, jangan sembarang memasukkan informasi atau bahkan hanya mencoba mengklik link mencurigakan. Kamu bisa mengabaikan pesan berisi link phising tersebut dan blokir nomor yang mencurigakan tersebut.

Metode pembayaran di luar platform resmi

Aktivitas belanja online juga tidak terlepas dari ancaman scammer atau penipu. Salah satu tanda yang perlu kamu waspadai ketika melakukan pembelian online adalah ketika penjual menyuruhmu mentransfer uang bukan melalui e-commerce resmi, melainkan melalui nomor rekening mereka sendiri.

Meski metode pembayaran ini aman, namun banyak orang yang menyalahgunakan metode ini untuk melakukan penipuan. Sehingga, kamu tidak akan mendapatkan jaminan, seperti ketika kamu melakukan transaksi di e-commerce.

Penawaran yang terlalu menggiurkan

Ketika ada seseorang yang memberi penawaran yang terlalu menggiurkan untuk menjadi kenyataan, sebaiknya kamu segera menjauhinya. Biasanya ini menjadi tanda penipuan yang sering membuat orang terjerat didalamnya, karena melihat promosi atau diskon besar-besaran.

Apalagi jika kamu sangat menginginkan barang tersebut sejak lama, misalnya saja diskon pada tas atau sepatu branded. Biasanya, penipu akan memanfaatkan emosi tersebut agar kamu tergoda untuk membelinya. Jadi, pastikan kamu tidak terjebak penawaran yang tidak masuk akal dan selalu pastikan review dan track record toko sebelum membeli.

Transaksi yang meminta informasi pribadi

Salah satu indikasi penipuan adalah ketika kamu diminta mengirimkan informasi pribadi. Penipuan ini sering terjadi akhir-akhir ini dan akhirnya membuat kerugian besar bagi seseorang. Jadi, pastikan kamu tidak membagikan informasi pribadi yang seharusnya tidak diberikan pada orang lain dengan mudah seperti:

  • nama lengkap
  • tempat, tanggal lahir
  • alamat lengkap
  • nama ibu kandung
  • nomor KTP atau KK
  • nomor rekening
  • nomor kartu kredit
  • password
  • kode OTP
  • PIN aplikasi

Informasi-informasi di atas sangat mudah disalahgunakan mulai dari ancaman pembobolan tabungan, pesanan fiktif, hingga pinjaman online ilegal. Perlu dipahami juga bahwa transaksi jual beli yang aman tidak akan meminta informasi sensitif seperti di atas. Umumnya, mereka hanya akan meminta nama lengkap dan alamat email atau nomor telepon, atau bahkan tanpa meminta data tersebut sama sekali.

Memintamu menebus hadiah

Ini juga menjadi tanda penipuan yang sering membuat orang tergiur. Biasaya, penipu akan mengirimkan SMS, link, atau email yang berisi pengumuman hadiah. Untuk menebusnya, biasanya mereka akan meminta informasi pribadi atau menyuruhmu mengirim sejumlah uang. Hal ini patut dicurigai karena normal, hadiah tidak memerlukan informasi sensitif apalagi uang tebusan.

Kamu pasti sudah bisa membedakan template penipuan seperti ini apalagi yang dikirimkan melalui SMS. Namun, modus ini juga dapat menghampirimu melalui cara yang lebih modern, seperti giveaway di media sosial. Sehingga, tidak ada salahnya untuk mengingat tips yang satu ini dan berhati-hati pada mekanisme hadiah di mana pun.

Pembaruan dokumen secara online

Modus penipuan ini biasanya akan menawarkan kemudahan proses pembaruan dokumen secara online, salah satunya adalah paspor. Penipu akan mengarahkanmu pada situs yang sangat mirip dengan situs resmi pemerintah. Namun, kamu bisa memerhatikan domain bahkan karakter hurufnya satu persatu. Misalnya saja penggunaan huruf I besar untuk menyamarkan huruf L kecil.

Detail seperti ini harus diperhatikan karena mereka bisa dengan mudah menjeratmu. Di situs penipuan ini, kamu akan diminta memasukkaan informasi pribadi. Selain itu, modus penipuan ini juga sering ditemukan pada biaya jasa pembaruan. Padahal, untuk melakukan pembaruan ini, biasanya lembaga pemerintahan memungut biaya yang cukup murah bahkan gratis.

Mendesak membeli sesuatu

Penipuan lain yang sering ditemukan adalah ketika penipu mendesakmu untuk melakukan pembayaran sesegera mungkin ketika kamu ingin membeli sesuatu. Misalnya, kamu ingin membeli handphone di salah satu social media dengan harga yang murah. Biasanya kamu akan bertanya tentang produk tersebut bukan ke pembeli? Nah, jika penjual berniat untuk menipu, biasanya mereka akan berusaha keras menekan kamu untuk segera  membeli barang, bahkan tak jarang juga mereka mengeluarkan kata-kata yang memaksa.

Misalnya, “kak jadi beli kah? Tolong segera transfer ya, karena sudah ada yang ingin pesan, barangnya hanya tinggal satu” dan masih banyak lagi. Pendekatan jual beli seperti ini tentu saja tidak normal, karena umumnya penjual dan pembeli pasti saling membutuhkan. Penjual yang benar pasti tidak akan memaksa pembeli dan memberikan pembeli untuk berpikir.

Mengaku keluarga dekat

Tanda penipuan lainnya adalah penipu yang mengaku-ngaku sebagai keluarga dekat, teman orang tua, atau seseorang yang masih ada ikatan erat denganmu. Modus satu ini paling sering ditemui pada jenis penipuan melalui chat atau telepon WhatsApp.

Setelah itu, mereka akan berusaha memancing empati atau belas kasihanmu. Berbuat baik memang penting, namun sebaiknya kamu konfirmasi identitas mereka terlebih dahulu. Karena biasanya penipu ini sudah memasang foto profil orang terdekatmu dan melakukan chat dengan kebiasaan orang tersebut. Jadi, ada baiknya kamu coba telepon nama orang yang digunakan si penipu untuk menipu kamu dan meminta untuk transfer uang.

Itulah beberapa tanda penipuan online yang patut kamu waspadai. Pastikan juga kamu tidak mudah tergiur atau terlalu percaya dengan orang. Cobalah berpikir sebelum mengambil keputusan agar kamu tidak mudah terjebak ke penipuan online tersebut.

Selain berhati-hati dengan penipuan online, jangan lupa juga untuk selalu manfaatkan aplikasi KINI.id ketika kamu membutuhkan dana darurat di tengah bulan ya! Dengan KINI.id, kamu bisa mengakses kapan saja dan di mana saja dengan jumlah yang kamu sesuaikan dengan kebutuhan.