Kasbon atau utang karyawan menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan. Terkadang, kasbon bisa menjadi salah satu kelebihan dan daya tarik karyawan. Meski tidak ada yang salah dengan kasbon, namun tetap diperlukan kebijakan dan strategi terencana agar nantinya kasbon tidak mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan dalam jumlah yang besar. Agar tidak  merugi dan membuat keuangan perusahaan membengkak, di bawah ini adalah beberapa tips mengelola kasbon perusahaan yang bisa dilakukan.

Buat skema penjatahan kasbon

Untuk memberikan kasbon kepada karyawan, pastikan kamu membuat terlebih dulu skema penjatahan kasbon bagi karyawan. Misalnya, kasbon hanya boleh dilakukan untuk karyawan yang sudah bekerja minimal 1 tahun. Perusahaan juga perlu membuat skema perhitungan dana yang bisa dikeluarkan. Misalnya, maksimal 10% dari total profit yang didapatkan perusahaan pada periode bulan berjalan.

Tentukan batas maksimal

Pada dasarnya besaran kasbon bisa dipisahkan dengan perhitungan yang sederhana dan sesuai kebijakan perusahaan.

Misalnya, karyawan hanya bisa mengajukan kasbon maksimal 50% gaji bulanan atau bisa juga angka kasbon maksimal disesuaikan dengan hari kerja yang sudah mereka lalui. Pastikan juga skema yang kamu buat tidak akan menjadi beban keuangan perusahaan dan tidak akan mengganggu jalannya produktivitas bisnis.

Tentukan tanggal jatuh tempo

Hal selanjutnya yang harus kamu tentukan adalah menentukan tanggal jatuh tempo pelunasan. Pastikan kamu membuat perjanjian tanggal jatuh tempo pelunasan kasbon ini dan pastikan perjanjian tersebut telah disepakati kedua belah pihak, baik perusahaan maupun karyawan.

Misalnya, kasbon akan dilakukan pembayaran otomatis dengan memotong gaji karyawan di periode gajian bulan berikutnya. Dengan begitu, perusahaan bisa terhindar dari risiko gagal bayar karyawan dan dana tersebut bisa kembali digunakan untuk memberikan kasbon di bulan selanjutnya.

Tentukan syarat penggunaan kasbon

Kamu juga bisa menentukan syarat-syarat dari pengajuan kasbon. Misalnya, kasbon hanya boleh diajukan untuk kebutuhan mendesak misalnya untuk biaya perawatan kesehatan, biaya pendidikan, dan bukan untuk keinginan semata seperti membeli gadget baru. Dengan adanya syarat ini, maka perusahaan bisa mengurangi pengeluaran kasbon yang diberikan ke karyawan. 

Dengan begitu, karyawan tidak menggunakan kasbon sembarangan dan hanya digunakan untuk keperluan mendesaknya, bukan hanya untuk keinginan belaka. Hal ini juga bisa membantu karyawan untuk mengurangi risiko finansial mereka di kemudian hari.

Itulah beberapa tips mengelola kasbon yang bisa dilakukan perusahaan agar tidak membebankan keuangan perusahaan. Namun, bagi perusahaan yang tidak ingin pusing dengan proses pemberian kasbon dan tidak ingin menggunakan anggarannya untuk kasbon, maka aplikasi KINI.id bisa jadi solusinya.

Dengan KINI.id, perusahaan bisa memberikan akses pembayaran gaji instan dan fleksibel ke seluruh karyawan tanpa harus mengganggu arus kas atau anggaran perusahaan. Jadi, pastikan kamu mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam aplikasi KINI.id dan berikan kemudahan bagi perusahaan dan karyawan dalam mengelola kasbon.