Terkadang anggaran keuangan yang sudah kamu buat tidak sesuai dengan pengeluaran pada kenyataannya. Biasanya akan ada beberapa biaya tidak terduga yang harus kamu keluarkan dan menuntut kamu untuk mengeluarkan biaya yang tidak dialokasikan sebelumnya. Apa saja biaya tidak terduga yang sering dialami oleh sebagian orang? Di bawah ini adalah beberapa sumber biaya tidak terduga yang sering terjadi.

1. Bencana atau Musibah

Bencana dan musibah sering terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Bencana dan musibah yang dimaksud di sini seperti kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan rusak, bencana alam, kebakaran rumah, kebanjiran, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Meski tidak ada orang yang ingin mendapatkan bencana dan musibah, mempersiapkan biaya untuk hal ini tentu menjadi prioritas. Sehingga, jika hal ini terjadi, kamu tidak akan kebingungan dan khawatir. Nah, untuk mempersiapkannya, ada baiknya kamu menyisihkan penghasilan bulanan untuk dana darurat.

2. Sakit

Biaya tidak terduga yang juga sering dikeluarkan secara mendadak adalah ketika kita atau keluarga sakit. Sakit di sini terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu sakit yang bersifat tiba-tiba dan sakit yang sudah diketahui/bisa diantisipasi. Sakit yang biasanya membutuhkan biaya besar adalah sakit yang bersifat tiba-tiba, seperti terserang penyakit jantung.

Untuk menghindari biaya dadakan pada situasi ini, ada baiknya kamu mendaftarkan diri ke Asuransi dan BPJS Kesehatan. Namun, ada juga beberapa orang ada yang lebih memilih untuk menyisihkan penghasilan untuk biaya darurat kesehatan.

3. Pulsa Telepon/Internet

Pulsa telepon/internet juga sering mengakibatkan biaya tidak terduga, karena adanya penggunaan yang berlebihan pada suatu periode. Kamu mungkin seringkali tidak menyadari menggunakan banyak biaya untuk pulsa telepon atau internet, terutama internet mengingat saat ini banyak sekali hiburan yang bisa didapatkan melalui internet, mulai dari akses ke media sosial, Youtube, blog/website, m-banking, e-commerce, dan masih banyak lagi.

Untuk menghindari biaya pulsa telepon/internet yang membengkak, ada baiknya kamu mendaftarkan diri untuk paket bulanan (telpon, sms, dan internet) yang sesuai kebutuhan. Sehingga, kamu bisa lebih bijak mengatur pengeluaran untuk telepon/internet.

4. Traktiran dan Patungan

Traktiran juga menjadi salah satu keadaan yang sifatnya mendesak dan tidak bisa diprediksi kapan teman, saudara, sepupu berkunjung atau kapan seorang kenalan, rekan kerja, teman menikah, melahirkan, atau meninggal. Nah, agar kamu bisa mempersiapkannya dengan baik, cobalah menyisihkan setidaknya 5-10% penghasilan perbulannya.

5. Hobi

Menjalankan hobi setiap bulannya menjadi hal yang menyenangkan dan sering tidak disadari juga sering membuat kamu mengeluarkan biaya tidak terduga. Misalnya saja untuk melakukan hobi berolahraga badminton setiap minggunya kamu harus mengeluarkan uang untuk menyewa lapangan badminton bersama teman-teman. Untuk menghindari situasi ini, cobalah mulai sisihkan setidaknya 5% dari penghasilan kamu untuk hobi.

6. Diskon

Di era yang serba canggih seperti saat ini pasti kamu sering menemukan promo diskon yang ditawarkan banyak brand lewat marketplace. Hal ini sering terjadi baik pada wanita maupun pria. Wanita biasanya tidak tahan melihat diskon terutama produk fashion, makeup/skincare, dan kuliner. Sedangkan, pria biasanya tidak tahan melihat diskon pada peralatan elektronik atau otomotif. Padahal tidak jarang barang yang mereka beli bukanlah barang yang dibutuhkan, namun memiliki biaya yang terbilang besar.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa coba masukkan kebutuhanmu dalam anggaran dan tahan keinginanmu untuk belanja yang tidak perlu. Namun, jika dirasa kamu membutuhkan sesuatu yang darurat dan tidak bisa ditahan, maka kamu bisa coba manfaatkan KINI.id.

Dengan aplikasi KINI.id, kamu bisa dengan mudah memenuhi seluruh kebutuhan darurat kamu tanpa perlu mengajukan pinjaman atau kasbon ke perusahaan. Karena, melalui KINI.id, kamu bisa mencairkan gaji di awal sesuai dengan kebutuhan dan maksimal adalah sebesar gaji per hari yang sudah kamu selesaikan.

Misalnya, kamu butuh uang di tanggal 10 dan sampai di tanggal tersebut, kamu baru menyelesaikan 7 hari kerja. Maka, gaji yang bisa kamu cairkan di aplikasi KINI maksimal sebesar gaji 7 hari kerja. Jadi tunggu apalagi? Manfaatkan aplikasi KINI.id sekarang!